SUGENG RAWUH DATENG BLOG KULA

Kamis, 02 Juni 2011

Kselamatan yang Utama

                Sudah semakin banyak pengguna kendaraan bermotor sekarang ini. Hingga semakin banyaknya kendaraan, otomatis semakin berkurangnya untuk keselamatan di sebuah jalan raya. Itu terjadi karena di sebuah jalan raya tersebut semakin padat pengguna jalan yang saling berebut satu sama lain untuk dapat lebih cepat sampai ke tujuan.
            Mengapa suatu terobosan dari perusahaan kendaraan bermotor yang memberikan suatu kemudahan kepada para konsumen ini malah menjadikan keselamatan di jalan umum dapat berkurang ?, sebenarnya jika kita berpikir lebih jauh, hal itu hanyalah merugikan diri kita sendiri, karena hanya bermodal 500 ribu sudah dapat sepeda motor, padahal harga yang sebenarnya berkisar 13 juta. Nah, cicilan per bulan itu yang selalu membuat kita rugi besar. Setiap bulan cicilannya sekitar 400 ribu, tapi di bayar 3 tahun, coba kalau di hitung, pasti lebih dari 13 juta tadi.
            Nah, inilah pelajaran ataupun tantangan bagi kita untuk lebih berpikir keras. Sebenarnya ini merupakan tanggung jawab bagi pemerintah. Kita sering sekali melihat di media masa tentang kemacetan di Ibu Kota, hal tersebut di latar belakangi oleh masalah yang terulas di depan tadi dan ditambah para pengguna jalan hanyalah mementingkan ego mereka masing-masing.
            Pemerintah dalam hal ini sebenarnya juga tidak harus disalahkan sepenuhnya. Pemerintah sudah berupaya untuk menertibkan lalu lintas dengan adanya rambu-rambu lalu lintas yang terpasang di pinggir jalan. Apabila kita lebih berpikir, pemerintah memasang rambu-rambu tersebut tidaklah hanya asal-asalan saja, tidak sembarangan, juga tidak hanya sebagai formalitas belaka, tetapi rambu-rambu tersebut dibuat sudah dengan pertimbangan-pertimbangan yang bijak untuk para pengguna jalan. Tinggal bagaimana para pengguna jalan umum ini untuk bertindak atau mematuhinya secara kesadaran dalam diri.
            Kelebihan dalam memproduksi kendaraan bermotor memang harus di atasi. Apakah lebih enak  bersepeda dari pada memakai motor yang dapat menyebabkan bumi ini semakin hancur ?. Bukannya melarang untuk memakai motor, tetapi sebaiknya kita menggunakan motor hanyalah keperluan yang selayaknya saja, seperti untuk bepergian dalam jarak jauh dan sebagainya.
            Kesadaran para pengguna jalan untuk patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas dari pemerintah merupakan hal awal dari terciptanya keselamatan di jalan raya. Sekarang banyak pengguna jalan sering melanggar  rambu-rambu lalu lintas yang sudah di tentukan. Contoh yang sederhana yaitu saat di perempatan yang ramai, biasanya terdapat lampu lalu lintas, hal ini kadang bahkan sering disepelekan para pengguna jalan, terdapat larangan belok kiri sebelum mengikuti lampu hijau, tapi banyak yang melanggar hal tersebut, juga ugal-ugalan saat di jalan umum. Mungkin pikir mereka karena ingin seperti pembalap yang telah mendunia atau tidak sabar, tetapi keinginan mereka yang hanya menuruti hawa nafsunya tanpa memakai akal pikiran mereka yang telah di anugerahkan untuk membedaka mana yang baik dan mana yang buruk. Alasan mereka para pelanggar untuk melanggar tata tertib berlalu lintas yaitu, pertama, mereka tidak mempunyai kesadaran bagaimana akibat melanggar lalu lintas dapat membahayakan orang lain juga membahayakan orang lain sesama pengguna jalan raya. Kedua, merekan hanya patuh jika ada petugas yaitu polisi, mereka seakan sangat patuh, tapi jika tak ada polisi yang patroli, mereka langsung saja menerobos lalu lintas yang ada. Ketiga, pengendara sering tidak memakai pengaman kepala alias helm, alasannya karena juga sama, tidak ada polisi maka berani. Keempat dan yang terakhir, mereka menganggap tata tertib berlalu lintas itu merupakan musuh bagi mereka, jadi mereka tidak pernah patuh terhadap tata tertib tersebut.
            Operasi jalan raya atau sidak ataupun juga dalam istilah Jawa yaitu “ cegatan “, sebenarnya adalah upaya yang baik untuk meningkatakn keselamatan di jalan raya. Kita lihat sekarang ini disekitar kita, banyak anak-anak yang masih di bawah umur sudah dapat mengendarai sepeda motor, bahkan juga terdapat anak sudah dapat mengendarai mobil. Hal ini juga dapat bermasalah dalam keselamatan jalan, mereka hanyalah mengetahui sebagian kecil tentang peraturan untuk mengemudikan kendaraan, sehingga dapat membahayakan keselamatan diri sendiri juga orang lain bahkan dapat juga merenggut masa depan dari anak tersebut. Inilah tantangan dari orang tua. Peran orang tua tentang masalah ini sangat dibutuhkan untuk mendidik anak supaya dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil. Mengapa para anak-anak ini sudah dapat mengendarai sepeda motor ? karena sebagian besar dari orang tua mereka sudah mengajarinya, dengan alasan supaya dapat di suruh ke sana kemari, padahal itu malah menambah tingkat bahaya bagi anak.
            Tidak hanya itu saja, para polisi yang hanya mementingkan perutnya sendiri dari pada terciptanya sebuah ketertiban berlalu lintas. Contoh nyata yaitu saat “ cegatan ´ , mereka kadang sangat mau untuk disuap, walaupun hanya sebesar 50 sampai 100 ribu rupiah saja. Padahal pelanggaran yang dilakukan dapat berakibat lebih dari uang yang untuk disuap tadi.
            Terciptanya suatu ketertiban berlalu lintas adalah sebuah kesadaran dari alam diri para pengguna jalan umum. Untuk itu, para individu yang menggunakan jalan umum harusnya sudah menyadari tentang pentingnyakeselamatan dalam berkendara di jalan umum. Bermula dari kesadaran diri sendiri, pasti akan tercipta setertiban untuk berlalu lintas.